Rabu, 09 Juni 2010

Another angkot disaster

Jadi ceritanyaa..kita kan sekelas pulang (baca: kabur) dua jam lebih awal karena ga ada yang harus dilakukan.

Pulang naik angkot as always, baju yang dipakai hari ini adalah: batik merah dan pokoknya hari ini serba nuansa item-merah. Goth banget, sayang nggak pas sama muka saya (nishi nishi..)

Ketika di palem semi...lagi-lagi ketemu sama petugas pemerintah (lupa namanya)! Mampus deh.
Kedua kalinya, lagi duduk anteng di angkot, pulang lebih cepet, masih berseragam, ketemu sama tu orang-orang. Yang ditakuti: Dikira anak bolos, diperiksa, ditahan, dibuang ke Cirebon --> fantasi kelebihan.

Langsung aja ransel (yang paling membuktikan kalau saya anak pelajar) kuturunin ke bawah biar ga keliatan. Saking takutnya, aku udah bersiap matang-matang kalau beneran di periksa(baru khayalan):

Bapak-Petugas-Pemerintah (BPP): Kok kamu bolos?

Saya: Aku kan bukan pelajar! --> sengaja boong. Saya anak luar kota mau ngadu nasib di Tangerang! -> sumpah, kacau abis (berhubung mukaku muka emak-emak)

BPP: Periksa tasnya! *buka tas* *ngeliat isinya majalah, komik, novel, dll* Kamu boleh pulang

Saya: Horeeee

Kepanikan ku berakhir setelah sang angkot melaju jauh. Fuuuh...

Peace for Petugas-Pemerintah ^^v

Tidak ada komentar:

Posting Komentar